Belajar Menjadi Pemimpin Inspiratif

Teori kepemimpinan yang berdasar gaya dan perilaku disebut sebagai kebalikan dari The Great Man Theory. Kepemimpinan dimaknai membawa orang ke tempat yang belum pernah mereka singgahi dan kita tidak dapat ketempat itu tanpa keberanian. Pemimpin pemberani bersedia mengorbankan fisiknya untuk perbuatan mulia yang diyakininya dan secara ethical Bonus Cashback terbesar berani melakukan apa yang benar dan menerima konsekwensinya.

Sebuah watak menjadi pemimpin

Mereka juga memiliki kemampuan untuk senantiasa bersyukur dan menerima setiap kejadian yang menimpanya tanpa berkeluh kesah. Budaya Mataraman menonjolkan kesantunan, sabar, paternalistik dan aristokratik. Sedangkan prioritas hidup mereka lebih mengutamakan kebahagiaan yang dirasakan bersama. Dalam Manawa Dharmacasta, Serat Rama dan Niti Sruti disebut Baruna . Implementasinya adalah perilaku pemimpin yang mampu menampung semua aspirasi dari oranglain dengan sabar, penuh kasih sayang, dan pengertian terhadap rakyatnya. Selain itu, Pemimpin harus memiliki wawasan yang luas berkaitan dengan pekerjaan ataupun bidang keilmuan lain yang relevan.

Ketulusan adalah perilaku tanpa kepura-puraan dan kesan yang palsu. Pemimpin yang berintegritas bersikap tulus — tindakan mereka sesuai dengan perkataannya. Sebuah ilustrasi tentang Jenderal Wilbur Creech membantu menjelaskan poin ini. Saat menjabat sebagai Komandan Tactical Air Command pada awal tahun 1980-an, dia selalu mengadakan lawatan dan bertemu dengan para bawahannya di tempat mereka tinggal dan bekerja. Suatu ketika, Jenderal Creech sedang melakukan inspeksi ke gudang persediaan, ketika didapatinya seorang sersan duduk di sebuah kursi yang penuh tambalan selotip elektrik dan diganjal dengan satu batu bata. Saat sang jenderal menanyakan mengapa ia tidak memakai kursi yang lebih baik keadaannya, sersan tersebut menjawab bahwa tidak ada kursi baru yang tersedia bagi petugas gudang.

Pemimpin harus memiliki etika berbisnis dan juga tanggung jawab, baik itu secara fisik ataupun non secular atas suatu keberhasilan dan juga kinerja perusahaan yang dipimpin olehnya. Kisah sahabat nabi itu pun kemudian dikenal sebagai pemimpin yang adil dengan segala kekerasan watak dan kekasarannya. “Bantulah saya dalam tugas saya menjalankan amar makruf naih munkar dan bekalilah saya dengan nasihat-nasihat saudara-saudara,” kata Umar menutup pidatonya. “Tetapi buat orang yang jujur, orang yang berpegang teguh pada agama dan berlaku adil saya lebih lembut dari mereka semua,” Umar melanjutkan. “Ketahuilah saudara-saudaraku, bahwa sikap keras itu sekarang sudah mencair. Sikap itu hanya terhadap orang yang berlaku zalim dan memusuhi kaum Muslimin,” kata Umar seperti dikutip dari buku, Biografi Umar bin Khattab karya Muhammad Husain Haekal.

Mereka lebih suka membuat keputusan dan menjadi salah dari pada tidak membuat keputusan sama sekali, yang akhirnya membuat kebingungan di sekitar. Kepemimpinan tidak ada hubungannya dengan genetik, otoritas atau senioritas. Anda bukan seorang pemimpin hanya karena Anda memiliki orang-orang yang setiap hari melapor kepada Anda.

Pemimpin harus bisa membaca, memahami, dan membangun keterampilan karyawan dengan cara melibatkan mereka dalam setiap tugas. Dengan mendelegasikan kepada setiap karyawan, mereka mampu berkembang lebih baik dalam setiap peran di perusahaan serta karier pribadi. Lingkungan kerja yang best memang harus bisa membuat karyawan memaksimalkan kekuatan masing-masing. Dengan berbagai tipe yang ada, setiap pemimpin maupun anggota kelompok dapat berfungsi optimal guna mencapai tujuan bersama. Integritas dibutuhkan oleh siapa saja, tidak hanya pemimpin namun juga yang dipimpin. Orang-orang menginginkan jaminan bahwa pemimpin mereka dapat dipercaya jika mereka harus menjadi pengikut-pengikutnya.